Back to Kompasiana
Artikel

Transportasi

Abil Gafar

Ingin msk dlm sabda Rasulullah SAW: Sebaik kalian adlh orng yg paling byk bermanfaat bagi selengkapnya

Kecewa Pelayanan Buruk PO Dewi Sri

OPINI | 11 August 2013 | 15:11 Dibaca: 966   Komentar: 0   0

1. Tanggal 10 Agustus 2013, kami berangkat dari Pool Dewi sri di Desa Kalikangkung dengan tarif Rp 125.000,- Bus No B 7790 IS, ketika berangkat penumpang ekonomi digabungkan ke Bus yang kami tumpangi, pada waktu itu jam 20.20 WIB
2. Rupanya Bus tesebut menuju ke Terminal di dalam kota menjemput beberapa penumpang dan melanjutkan ke Terminal Tegal, ternyata ditempat ini kami dan penumpang lainnya di oper ke bus yang lain, karena kami akan menuju Pasar Rebo Jakarta Timur, maka kondektur mengarahkan ke Bus ber Nopol G xxxx BE, yang ternyata Bus Pemalang-Kebayoran Lama, dijanjikan kami akan keluar di Rambutan dan Pasar Rebo Jakarta Timur, tiket awal Bus AC diganti dengan tiket No 366430 dan 366431 Bus Patas Ekonomi tertulis Jakarta-Purwokerto
3. Di tempat perberhentian di Pool Indramayu, kami kembali diminta untuk pindah Bus yang ternyata tempat operan Bus nya sudah penuh, ditawarkan oleh pegawai Pool bisa berangkat tapi tempat penuh dan kami harus berdiri, kami jelas tidak mau, beberapa kali kondektur bekomunikasi dengan kondektur lainnya, namun Bus penuh, kami diajak putar-putar Pool, dengan arah Bus yang tidak jelas, pada saat itu kami benar-benar SANGAT KECEWA PELAYANAN BUS DEWI SRI, SANGAT TIDAK PROFESIONAL, sangat beda pelayanan dengan Bus lainnya.
4. Akhirnya kami diminta naik ke Bus Pemalang-Jakarta (ini sudah tiga kali kami di oper) dengan tempat duduk yang seadanya, sehingga dirasakan tidak Nyaman.
5. Sempat kami berucap. kejadian ini akan kami adukan ke Manajeman, namun Kondektur menantang pengaduan ini, kami melihat bahwa Kondektur yang diharapkan sebagai traveler leader tidak bisa menjalankan pelayanan yang baik, malah kami mengganggap tidak memahami SOP pelayanan.
6. Harap kejadian menjadi perhatian dan tindak lanjut Manajemen Bus Dewi Sri dan agar tidak terulang hal yang serupa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 9 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 10 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 11 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

(H-8) Jelang Piala Asia U-19 : Skuad …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Saat Impian Negara Menjadi Aksi Keluarga …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 9 jam lalu

Misteri Coban Lawe di Lereng Gunung Wilis …

Nanang Diyanto | 9 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: