Back to Kompasiana
Artikel

Sosial Budaya

Waldi Rahmatullah, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

REP | 04 May 2013 | 23:36 Dibaca: 127   Komentar: 0   0

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Manusia dan Tanggung Jawab

1367685502514374348

,,

Mungkin judul ini sudah tidak asing bagi kita. Banyak pahlawan di negara kita ini. Dari pahlawan-pahlawan terdahulu yang rela merelakan jiwa dan raganya demi Indonesia. Orang tua kita yang merawat kita sampai bisa seperti ini. Bahkan TKW pun bisa di katagorikan dalam palawan, yaitu pahlawan devisa bagi Indonesia. Selain itu juga ada seorang guru yang rela mengajari kita dari tidak bisa menjadi bisa.

Pak Waldi Rahmatullah namanya. Dia adalah seorang guru yang mengajar pelajaran Geografi di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta. “menjadi guru adalah suatu tanggung jawab saya untuk memajukan kecerdasan bagi anak bangsa” itulah yang pertama kali di ucapkan Pak Waldi saat ditanyai kenapa memilih menjadi guru?.

Walaupun memang benar, bagi seorang guru yang sudah menjadi PNS itu penghasilannya lumayan tinggi, tapi guru yang satu ini bekerja bukan karena penghasilan. “penghasilan sih bukan tujuan utama saya, selain berbagi ilmu saya juga bisa belajar dari mereka. Dan saya juga merasa muda lagi hehe”.

Pak Waldi ini bertempat tinggal di Tangerang. Ia rela pulang pergi Tangerang-Jakarta hanya ingin meaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang guru.

Itulah yang di maksud sebagai pahawan-pahlawan Indonesia. Dan masih banyak lagi pahlawan-pahlawan di Indonesia ini yang berjasa bagi negara kita tercinta.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

BBM Naik Kenapa Takut? …

Mike Reyssent | | 30 August 2014 | 00:43

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | | 30 August 2014 | 04:53

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | | 29 August 2014 | 22:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 11 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 11 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 15 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 18 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

London in a Day on Foot …

Fillia Damai R | 10 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 10 jam lalu

Mengintip Sekelumit Catatan Umar Kayam …

G | 11 jam lalu

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 11 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: