Back to Kompasiana
Artikel

Sosial Budaya

Marita Wijayanti

Hidup adalah belajar

Individualis, Cerminan Budaya Indonesia Saat Ini

OPINI | 19 April 2013 | 01:51 Dibaca: 785   Komentar: 0   0

Individualis, Cerminan budaya Indonesia Saat ini

Masih ingat dengan julukan Indonesia sebagai Masyarakat Timur yang dikenal dengan keramahan dan kesopanannya dalam bertingkah laku yang sering dibangga-banggakan dan menjadi slogan bangsa ini? Apakah keramahan dan kesopanan masih terjaga dengan baik di bumi Indonesia saat ini?

Menurut saya, masyarakat Indonesia saat ini telah berubah dan terkesan berprilaku individualis dalam kesehariannya. Mereka cenderung mementingkan diri sendiri dari pada peduli dengan keadaan lingkungan sekitar. Padahal hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang seharusnya saling tolong menolong dengan sesamanya.

Dalam tulisan ini saya mengambil contoh mahasiswa di kampus saya yang sedikit sekali perduli dengan keadaan sosial di sekitar kampus. Mereka cenderung sibuk dengan dunianya masing-masing atau “cuek” dengan keadaan lingkungan sekitar. Di dekat kampus saya terdapat sebuah kampung yang bernama “Pura Bali” yang keadaannya memprihatinkan karena kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat yang tinggal di sana tergolong rendah.

Seharusnya sebagai manusia kita bisa peduli dengan keadaan sekitar, mereka adalah salah satu dari sekian banyak tetangga kampus, yang harus diperhatikan oleh kita.

Dari sekian ribu mahasiswa yang menimba ilmu di sana mungkin hanya seratusan orang yang aktif dalam organisasi. Dan mungkin hanya beberapa orang di tiap-tiap kelas yang aktif berorganisasi, salah satunya di kelas yang saya tempati.

Padahal Rasullulah menganjurkan kita agar menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Yaitu diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Perubahan zaman menjadi alasan perubahan sikap masyarakat Indonesia saat ini. Kemajuan IPTEK menyebabkan orang semakin jarang untuk bersosialisasi langsung dengan orang lain yang menyebabkan kurang peka terhadap lingkungan. sehingga masyarakat Indonesia yang dahulu terkenal dengan keramahan dan kekompakannya sekarang menjadi pribadi yang individualis yang tidak memperdulikan orang lain, mereka sehingga  tidak heran kalau saat ini terjadi kesenjangan sosial dalam masyarakat di Indonesia saat ini.

Untuk itulah, mari kita ubah sikap individualis dengan mengembalikan budaya perduli membantu orang lain.

#Hidup adalah belajar

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Imbangi Valencia B, Indra Sjafrie Malah …

Djarwopapua | | 19 September 2014 | 14:17

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

ISIS Tak Berani Menyentuh Perusahaan yang …

Andi Firmansyah | 7 jam lalu

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 8 jam lalu

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 8 jam lalu

Timnas U23 sebagai Ajang Taruhan… …

Muhidin Pakguru | 11 jam lalu

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Calo Berkeliaran di Baitulharam …

Choirul Huda | 8 jam lalu

BPJS dAN KJS Sangat Membantu Masyarakat …

Sony Hertanta | 8 jam lalu

Penipuan Bermodus Penangkapan!!! (Silahkan …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Yuk, Jadi Pengguna Elpiji yang Cerdas dan …

Yoseph Purba | 8 jam lalu

Konsep Unik Band dengan Bertopeng …

Anto Karsowidjoyo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: