Back to Kompasiana
Artikel

Sosial Budaya

Marita Wijayanti

Hidup adalah belajar

Individualis, Cerminan Budaya Indonesia Saat Ini

OPINI | 19 April 2013 | 01:51 Dibaca: 778   Komentar: 0   0

Individualis, Cerminan budaya Indonesia Saat ini

Masih ingat dengan julukan Indonesia sebagai Masyarakat Timur yang dikenal dengan keramahan dan kesopanannya dalam bertingkah laku yang sering dibangga-banggakan dan menjadi slogan bangsa ini? Apakah keramahan dan kesopanan masih terjaga dengan baik di bumi Indonesia saat ini?

Menurut saya, masyarakat Indonesia saat ini telah berubah dan terkesan berprilaku individualis dalam kesehariannya. Mereka cenderung mementingkan diri sendiri dari pada peduli dengan keadaan lingkungan sekitar. Padahal hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang seharusnya saling tolong menolong dengan sesamanya.

Dalam tulisan ini saya mengambil contoh mahasiswa di kampus saya yang sedikit sekali perduli dengan keadaan sosial di sekitar kampus. Mereka cenderung sibuk dengan dunianya masing-masing atau “cuek” dengan keadaan lingkungan sekitar. Di dekat kampus saya terdapat sebuah kampung yang bernama “Pura Bali” yang keadaannya memprihatinkan karena kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat yang tinggal di sana tergolong rendah.

Seharusnya sebagai manusia kita bisa peduli dengan keadaan sekitar, mereka adalah salah satu dari sekian banyak tetangga kampus, yang harus diperhatikan oleh kita.

Dari sekian ribu mahasiswa yang menimba ilmu di sana mungkin hanya seratusan orang yang aktif dalam organisasi. Dan mungkin hanya beberapa orang di tiap-tiap kelas yang aktif berorganisasi, salah satunya di kelas yang saya tempati.

Padahal Rasullulah menganjurkan kita agar menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Yaitu diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Perubahan zaman menjadi alasan perubahan sikap masyarakat Indonesia saat ini. Kemajuan IPTEK menyebabkan orang semakin jarang untuk bersosialisasi langsung dengan orang lain yang menyebabkan kurang peka terhadap lingkungan. sehingga masyarakat Indonesia yang dahulu terkenal dengan keramahan dan kekompakannya sekarang menjadi pribadi yang individualis yang tidak memperdulikan orang lain, mereka sehingga  tidak heran kalau saat ini terjadi kesenjangan sosial dalam masyarakat di Indonesia saat ini.

Untuk itulah, mari kita ubah sikap individualis dengan mengembalikan budaya perduli membantu orang lain.

#Hidup adalah belajar

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

UGM dalam Sorotan, dari Plagiat, Titisan …

Ninoy N Karundeng | | 29 August 2014 | 13:08

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 6 jam lalu

Soal BBM, Bang Iwan Fals Tolong Bantu Kami! …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Gaduhnya Boarding Kereta Api …

Akhmad Sujadi | 9 jam lalu

Jokowi “Membela” Rakyat Kecil …

Melvin Hade | 10 jam lalu

Saya Pernah Dipersulit oleh Pejabat Lama …

Enny Soepardjono | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Menaikkan BBM, Menghapus Subsidinya, …

Popy Indriana | 8 jam lalu

Negotiating with Our Dream.. …

Ogie Urvil | 8 jam lalu

6 Kegiatan Sederhana Bersama Anak …

Cucum Suminar | 8 jam lalu

Harga BBM Naik, Siapa yang Takut? …

John Rubby | 8 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: