Back to Kompasiana
Artikel

Sosial Budaya

Marita Wijayanti

Hidup adalah belajar

Individualis, Cerminan Budaya Indonesia Saat Ini

OPINI | 19 April 2013 | 01:51 Dibaca: 832   Komentar: 0   0

Individualis, Cerminan budaya Indonesia Saat ini

Masih ingat dengan julukan Indonesia sebagai Masyarakat Timur yang dikenal dengan keramahan dan kesopanannya dalam bertingkah laku yang sering dibangga-banggakan dan menjadi slogan bangsa ini? Apakah keramahan dan kesopanan masih terjaga dengan baik di bumi Indonesia saat ini?

Menurut saya, masyarakat Indonesia saat ini telah berubah dan terkesan berprilaku individualis dalam kesehariannya. Mereka cenderung mementingkan diri sendiri dari pada peduli dengan keadaan lingkungan sekitar. Padahal hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang seharusnya saling tolong menolong dengan sesamanya.

Dalam tulisan ini saya mengambil contoh mahasiswa di kampus saya yang sedikit sekali perduli dengan keadaan sosial di sekitar kampus. Mereka cenderung sibuk dengan dunianya masing-masing atau “cuek” dengan keadaan lingkungan sekitar. Di dekat kampus saya terdapat sebuah kampung yang bernama “Pura Bali” yang keadaannya memprihatinkan karena kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat yang tinggal di sana tergolong rendah.

Seharusnya sebagai manusia kita bisa peduli dengan keadaan sekitar, mereka adalah salah satu dari sekian banyak tetangga kampus, yang harus diperhatikan oleh kita.

Dari sekian ribu mahasiswa yang menimba ilmu di sana mungkin hanya seratusan orang yang aktif dalam organisasi. Dan mungkin hanya beberapa orang di tiap-tiap kelas yang aktif berorganisasi, salah satunya di kelas yang saya tempati.

Padahal Rasullulah menganjurkan kita agar menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Yaitu diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Perubahan zaman menjadi alasan perubahan sikap masyarakat Indonesia saat ini. Kemajuan IPTEK menyebabkan orang semakin jarang untuk bersosialisasi langsung dengan orang lain yang menyebabkan kurang peka terhadap lingkungan. sehingga masyarakat Indonesia yang dahulu terkenal dengan keramahan dan kekompakannya sekarang menjadi pribadi yang individualis yang tidak memperdulikan orang lain, mereka sehingga  tidak heran kalau saat ini terjadi kesenjangan sosial dalam masyarakat di Indonesia saat ini.

Untuk itulah, mari kita ubah sikap individualis dengan mengembalikan budaya perduli membantu orang lain.

#Hidup adalah belajar

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | | 24 November 2014 | 10:33

Disambut Pelangi Halmahera Utara …

Joko Ade Nursiyono | | 24 November 2014 | 09:41

Gonzales, ‘Kartu Truf’ Timnas …

Achmad Suwefi | | 24 November 2014 | 09:32

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 5 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 10 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 12 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: