Back to Kompasiana
Artikel

Sosial Budaya

Korupsi dan Kemiskinan

OPINI | 21 February 2013 | 07:41 Dibaca: 170   Komentar: 0   0

Korupsi dan kemiskinan.
Miris sekali ketika televisi mengabarkan kematian seorang bayi akibat ditolak oleh banyak rumah sakit.
Memang alasan rumah sakit karena tidak ada tempat, tetapi menurut opiniku ini karena miskin.
Sebetulnya hal ini banyak terjadi tetapi tidak terdeteksi media.
Selain itu juga Miris melihat orang yang kaya karena korupsi.
Mungkin inilah yang menyebabkan orang melakukan korupsi karena bangsa kita belum bisa menghargai kemiskinan.

Seandainya orang miskin juga dihargai dan hak haknya tidak hilang karena kemiskinannya, saya yakin korupsi akan bisa berkurang.

Seandainya orang yang kaya diwajibkan untuk berbagi dengan yang miskin, menghargai yang miskin.

Seandainya ada pembatasan kepemilikan tanah sehingga setiap kepala rumahtangga hanya punya rumah yang pas untuk keluarganya.
Sekarang ini banyak rumah mewah yang tidak berpenghuni atau penghuninya tidak sebanyak besarnya rumah, padahal banyak di sekelilingnya banyak yang tidak punya rumah.

Kita ini hidup di negara yg mayoritas beragama islam, tapi sayang ajaran agama yang begitu sempurna masih hanya menjadi teori.

Seandainya praktek dalam kehidupan pun islami pasti indonesia akan menjadi negara yang bebas korupsi.

Semoga jarkon “Orang miskin tidak boleh sakit” bisa segera hilang dari negara ini.

Cibinong, 210213

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

9 Mei 2014, Sri Mulyani Come Back …

Juragan Minyak | | 25 April 2014 | 10:12

Senayan Berduka: Wajah Baru Caleg Misterius …

Saefudin Sae | | 25 April 2014 | 08:37

Kesuksesan Kerabat Kepala Daerah di Sulawesi …

Edi Abdullah | | 25 April 2014 | 10:02

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: