Back to Kompasiana
Artikel

Potensi Wisata

Anto_ndoel

hati mekah semangat jepang kepribadian indonesia

Potensi Wisata di Daerah Gunung Lawu

REP | 01 November 2012 | 10:10 Dibaca: 322   Komentar: 0   0

Selamat pagi kompasioners. Selamat menjalankan aktivitas.
Salam kompasiana.

Gunung lawu yang berada di perbatasan provinsi jawa timur dan jawa tengah memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Selain obyek wisata telaga sarangan yg berada di wilayah kabupaten magetan, di daerah lereng lawu lainya juga terdapat obyek wisata jamus. Obyek jamus yang berada di wilayah ngawi ini terdapat hamparan luas perkebunan teh. Udara yang teramat sejuk sangat cocok untuk refresing keluarga. Selain itu terdapat juga sumber air panas. Bayanan adalah nama obyek wisata dan tempat pemandian air panas itu. Bayanan berada di sekitaran perbatasan sragen dan karang anyar. Dan di gunung lawu pula terdapat sebuah air terjun yang bernama grojogan sewu. Grojokan sewu ini terdapat di wilayah tawang mangu karang anyar.

Jika anda ingin menikmati pesona alam yang sejuk nan indah dan di sertai gemericik air yang terjun dari atas, maka grojokan sewu adalah tujuan yang paling pas. Tapi yang takut sama monyet jangan pernah datang ya. Karena akses menuju lokasi air terjun ini di kelilingi oleh komunitas monyet liar. Di sepanjang tangga menuju lokasi air terjun ini tak jarang para pengunjung suka di jaili oleh sekelompok monyet.

Selain obyek wisata tersebut diatas, terdapat juga obyek wisata lainya. Obyek wisata ini berada di wilayah karang anyar juga. Tepatnya berada di desa gumeng, jenawi karang anyar.
Candi cetho dan candi sukuh adalah obyek wisata sejarah. Kedua candi ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Candi ini adalah peninggalan kerajaan Majapahit Dan candi ini malah menjadi tujuan para wisatawan manca negara. Tercatat hingga agustus 2012 sebanyak 4.779 wisman telah berkunjung ke obyek wisata ini. Angka ini mengalami peningkatan di banding angka periode tahun sebelumnya. Potensi wisata ini terus di kembangkan oleh pemerintah setempat.

Mudah-mudahan jumlah pengunjung obyek wisata ini terur meningkat di tiap tahunya. Karena obyek wisata ini bisa menambah pendapatan pemda setempat yang mudah-mudahan uangnya di gunakan untuk kepentingan rakyat. Bukan untuk di korup.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 7 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 10 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 8 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 8 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 8 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 9 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: