Back to Kompasiana
Artikel

Layanan Publik

Radenroro Sulistiya

realitas merupakan sebuah sumber imajinasi kita.

PAN dan Tradisi Mudik Gratis

REP | 19 July 2013 | 16:20 Dibaca: 531   Komentar: 0   0

Sudah menjadi tradisi di negara kita adalah ditengah-tengah puasa di bulan Ramadhan, ada kebiasaan yang menarik yaitu tradisi mudik atau pulkam (Pulang Kampung) untuk merayakan lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Hampir seluruh lapisan masyarakat terutama di kota-kota besar seperti Jakarta ini merasakan yang namanya mudik.

Kota Jakarta yang dipenuhi oleh para perantau dari daerah-daaerah lain akan menjadi lengang ketika para penghuninya yang sebagian besar perantau ini mudik. Tradisi mudik yang dimanfaatkan untuk saling bersilaturahmi dengan kelurga, apalagi bagi masyarakat yang bekerja di Jakarta dan merindukan tanah kelahirannya.

Berbagai macam lembaga, instansi pemerintahan, swasta menggelar acara mudik gratis, Jasa Raharja misalnya, dari tahun ke tahun selalu mengadakan mudik gratis, kemudian Sido Muncul yang tiap tahun mengadakan mudik gratis terutama bagi para agen dan distributor maupun toko-toko yang menjual produknya, dan banyak lagi, sampai para partai politik pun banyak menggelar acara mudik gratis ini.

Tidak ketinggalan juga Partai Amanat Nasional (PAN), dimana tahun ini kembali mengadakan acara mudik gratis, kegiatan yang sudah dilaksanakan dua tahun berturut-turut ini dipusatkan di kawasan Gelora Bung Karno. Untuk tahun ini dan seperti tahun-tahun sebelumnya, PAN menyediakan 100 bis yang digunakan untuk mengangkut para pemudik ke hampir seleuruh tujuan di Pulau Jawa dan juga sebagian sumatera.

Kegiatan mudik bareng ini merupakan wujud dari keperdulian kepada masyarakat terutama untuk meringankan beban dari masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dimana dirinya ingin bersilaturahmi dengan sanak saudaranya di kampung halaman, dan juga mudik gratis ini merupakan salah satu upaya dalam mengurangi angka kecelakaan yang kerap kali terjadi ketika musim mudik berlangsung, dan juga adanya mudik massal gratis ini bisa mengurangi kemacetan di jalur-jalur mudik.

Entah sudah menjadi tradisi juga atau tidak, angka kecelakaan ketika musim mudik selalu menunjukan angka yang fantastis, dan juga jalur-jalur arus mudik selalu mengalami kemacetan yang luar biasa, karena lebaran Idul Fitri adalah suatu momentum yang bagus untuk bersilaturahmi dan temu kangen antar keluarga yang terpisah dengan waktu yang cukup lama.

Sehingga dengan adanya kegiatan mudik gratis yang diadakan oleh berbagai macam Instansi baik pemerintah maupun swasta dan juga partai, sangat membantu sekali, terutama bagi kalangan masyarakat yang tergolong berpenghasilan pas-pasan, selain itu dengan adanya mudik ini bisa mengurangi angka kemacetan baik di jalur mudik maupun dikota-kota besar seperti Jakarta ini. Semoga Kegiatan Mudik gratis ini bisa lebih bermanfaat demi membantu saudara-saudara kita yang ingin mudik tapi kurang mampu sehingga akhirnya bisa merasakan mudik ke kampung halamannya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 4 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 9 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 10 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 12 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Nama Makanan yang Nakutin …

Arya Panakawan | 8 jam lalu

Gelar Terpental demi Sahabat Kental …

Adian Saputra | 8 jam lalu

Hijriyah untuk (Tak) Berbeda …

M. Rasyid Nur | 8 jam lalu

Pertemuan …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Jika Benchmark Kepada Qatar U-19 maka The …

Ahmad Crespo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: