Back to Kompasiana
Artikel

Layanan Publik

Indra Giri

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang perlu banyak BELAJAR

Potret Buram Pembangunan Nasional

OPINI | 18 April 2013 | 20:10 Dibaca: 271   Komentar: 0   0

Yang maju semakin maju yang tertinggal semakin ketinggalan mungkin bisa menjadi gambaran buramnya pembangunan di Negara Indonesia saat ini. Karena memang sangatlah mencolok perbedaan sektor pembangunan di beberapa daerah di Indonesia, dimana saat infrastruktur dan bangunan-bangunan megah sedang marak berkembang di daerah perkotaan tepatnya lagi di daerah metropolitan seperti di Jakarta dan daerah di sekitar ibukota. Sedangkan di lain tempat, tepatnya di daerah terpencil yang jauh dari ibukota terlihat seperti terabaikan terkait masalah pembangunan infrastrukturnya.

Seperti dikutip dalam harian kompas, inti permasalahan pembangunan nasional terletak pada tingginya disparitas (kesenjangan) antarwilayah. Hal ini terlihat dari segi kegiatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, sampai tingkat kemiskinan yang begitu timpang. Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Selasa (28/9/2010), saat Seminar Akademik Pembangunan Ekonomi Indonesia Tahun 2010 di Hotel Nikko, Jakarta. “Kalau lihat lebih detail, pada tingkat regional provinsi, kabupaten, dan kota ada disparitas. Di satu sisi, banyak daerah yang mencapai peningkatan ekonomi signifikan, tetapi di lain pihak banyak daerah yang masih jauh, diparitas sangat tinggi,” ujarnya.

Adanya disparitas tersebut terjadi karena aktivitas ekonomi yang juga timpang. Di kota yang menjadi pusat bisnis, segala sarana dan prasarana tergarap dengan baik. Akan tetapi, di daerah yang bukan pusat bisnis, sarana dan prasarana tidak tergarap. “Hal ini kemudian yang membuat aktivitas ekonomi jadi rendah di banyak daerah. Aktivitas ekonomis rendah, tingkat kemiskinan pun menjadi tinggi,” ujar Armida.

Adapun hal yang lebih membuat miris bangsa ini adalah fakta ternyata di kota-kota besar pun masih terdapat kesenjangan sosial, dimana saat bangunan-bangunan megah berdiri terdapat rumah-rumah kumuh yang terletak tidak jauh dari bangunan megah tersebut. Dan memang menjadi pemandangan yang sangat kontras sekali, menggambarkan masih buramnya pembangunan bangsa ini. Maka dari itu harusnya pembangunan Negara Indonesia ini juga harus memperhatikan dan mementingkan daerah pedesaan juga daerah kumuh di perkotaan. Seperti dikatakan oleh Direktorat Jenderal PMD, Kementerian Dalam Negeri seperti, dalam Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Lomba Desa dan Kelurahan, Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG-PKK), dan Gelar Teknologi Tepat Guna (Gelar TTG), bahwa ujung tombak pembangunan nasional adalah pembangunan di tingkat pedesaan. Kebijakan ini kiranya dapatlah dipahami, mengingat dari sekitar 234,2 juta penduduk Indonesia, sekitar 14,15 % adalah penduduk miskin, dan mereka umumnya tinggal di perdesaan dan daerah kumuh perkotaan.

Memang masalah pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tetapi menjadi tanggung jawab bagi kita semua, masyarakat Indonesia yang sudah seyogyanya peduli serta berbuat untuk kemajuan bangsa. Salah satu yang harus dilakukan oleh pemerintah terkait masalah pembangunan adalah dengan membangun koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sehingga kabar dan informasi terkait masalah-masalah di setiap daerah dapat diketahui oleh pemerintah pusat juga dapat segera diselesaikan bersama. Karena seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan perlunya sinergi pusat-daerah. Sinergi pusat-daerah merupakan salah satu penentu utama keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Adapun sinergi pusat-daerah dan antardaerah dilakukan dalam seluruh proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi, yang mencakup kerangka kebijakan, regulasi, anggaran, kelembagaan, dan pengembangan wilayah.

Maka dari itu diharapkan dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dengan daerah dapat sedikit mengatasi masalah pembangunan nasional yang kian lama kian parah bila tidak ada inisiatif dari siapapun. Mari sama-sama kita mulai sadar dan peduli akan pembangunan di negeri Indonesia tercinta ini.

Dari Hijau Untuk Merah Putih

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 5 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

PKS Membuat Banyak yang Panas Dingin …

Pecel Tempe | 9 jam lalu

Waktu, Maafkan Aku.. …

Syndi Nur Septian | 9 jam lalu

The Comment…Siapa yang Nanya? …

Iwan Permadi | 9 jam lalu

Cerpen Remaja: Pak Polisi yang Kukagumi …

Didik Sedyadi | 9 jam lalu

TNI AL dalam Konstelasi Kekuatan Laut Asia …

Mudy | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: