Layanan Publik

Yogi Ikhwan

Jadikan Teman

  |  

Kirim Pesan

Mantan jurnalis, kini pelayan publik. Bekerja di Pemprov DKI Jakarta. Tulisan-tulisan di sini tentu subjektif :)

DKI (Segera) Miliki Perda Pengelolaan Sampah

OPINI | 01 February 2013 | 21:46 Dibaca: 281   0

JAKARTA – Dinas Kebersihan DKI Jakarta sejak tahun 2012 telah merampungkan Naskah Akademis Raperda Pengelolaan Sampah. Direncanakan tahun ini Raperda tersebut selesai dibahas di Badan Legislasi DPRD Provinsi DKI Jakarta dan ditetapkan sebagai Perda yang berlaku efektif. Aturan ini akan menggantikan Perda 5/1988 tentang Kebersihan Lingkungan dalam Wilayah DKI Jakarta.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Unu Nurdin menjelaskan, Perda tentang Pengelolaan Sampah yang baru ini tidak hanya mengatur sanksi saja, namun mengatur Pengelolaan Sampah di DKI Jakarta secara komprehensif. “Substansinya tidak hanya mengatur sanksi, jika hanya mengatur sanksi sudah diatur dalam Perda No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum), “ kata Unu (30/1).

Unu menegaskan, Perda ini merupakan turunan dari Undang-Undang 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Permedagri 33 tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah dan PP No. 81 Tahun 2012 tentang tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. “Semua peraturan tersebut wajib ditinjaklanjuti Pemprov melalui peraturan di tingkat daerah,” tegas Unu.

Perda ini, papar Unu, mengatur pengelolaan Sampah DKI Jakarta dari sumber sampah (hulu) hingga TPA (hilir). Dengan sistematika pengaturan antara lain Ketentuan Umum, Asas dan Tujuan, Tugas dan Wewenang Pemerintahan, Masyarakat dan Produsen Sampah, Hak dan Kewajiban termasuk Mekanisme pemberian insentif dan disinsentif), Perizinan, Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah yang diatur dalam Masterplan Pengelolaan Sampah, Pembiayaan dan Kompensasi, Kerja Sama dan Kemitraan, Larangan, Pengawasan dan Sangsi, dan Ketentuan lain-lain.

Namun, menurut Unu, pengelolaan kota Jakarta yang bersih dan nyaman tidak akan efektif jika hanya dibebankan kepada pemerintah saja. “Peran aktif semua stakeholder termasuk masyarakat untuk menjaga kebersihan sangat diperlukan. Perda ini mengatur sinergitas semua pemangku kepentingan,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, selain menyusun Perda Pengelolaan Sampah, Dinas Kebersihan juga menyusun Masterplan Pengelolaan Kebersihan, Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kebersihan, dan Rencana Aksi Daerah (RAD). “Semuanya telah mengakomodasi konsep Visi Misi Gubernur Pak Jokowi dan Wagub Pak Basuki untuk mewujudkan Jakarta Baru,” kata Unu.

Sementara itu, Pakar Persampahan dari Indonesia Solid Waste Asosiation (INSWA), Sri Bebassari mengatakan, jika Perda Pengelolaan Sampah yang digagas Pemprov DKI Jakarta ini mengatur sanksi, Sri menyarankan agar sanksinya bernuansa edukatif. Dia mencontohkan, memberlakukan sanksi berat hanya kepada pelaku pembuang sampah sembarangan yang strata ekonominya tinggi. “Misalnya dibebankan kepada pelaku yang tertangkap tangan membuang sampah dari atas mobil mewah. Namun untuk rakyat kecil, sebaiknya diatur sanksi mendidik yang tidak harus berupa denda uang, “ kata dia.

Sri melanjutkan, sudah seharusnya Perda juga mengatur insentif bukan hanya disinsentif atau hukuman. Dia juga berharap setelah ditetapkan, Perda tersebut disosialisasikan kepada masyarakat dengan baik. “Semoga diikuti program sosialisasi Perda yg profesional agar keberadaan Perda ini bisa segera sampai ke masyarakat luas. Ini mengingat banyak sekali produk hukum bidang kebersihan yang belum dipahami oleh masyarakat selama ini,” tegasnya.

INSWA, kata Sri, memberikan apresiasi atas kebijakan pengelolaan sampah Pemprov DKI Jakarta yang selalu lebih maju dari kebijakan nasional. Kebijakan Jakarta, menurut Sri, seringkali dijadikan acuan pemerintah pusat untuk membuat ketentuan mengenai pengelolaan sampah secara nasional. “Jakarta kembali menjadi pionir sebagai daerah yang memiliki Perda Pengelolaan sampah dibandingkan daerah lain,” kata dia.

twitter: @yogiikhwan

Tags: Array

Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Kanal ini hanya menampung kritikan, masukan dan gagasan untuk
Jakarta Lebih Baik.
Tulis opini dan beritamu
untuk Jakarta