Back to Kompasiana
Artikel

Layanan Publik

Urang Teun

s1 hukum s2 hukum

Kelemahan Listrik Sistem Pulsa (KWH Meteran Pra Bayar) PLN

OPINI | 28 December 2012 | 17:01 Dibaca: 30447   Komentar: 6   0

PLN sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan program pemasangan  KWH meteran listrik sistem Pulsa (pra bayar).  Setiap permohonan pemasangan listrik baru hanya tersedia  satu pilihan,  yaitu Listrik pra bayar. Meteran lama konvensional (pasca bayar) perlahan-lahan akan diganti dengan Pra bayar. Masyarakat dianjurkan bermigrasi dari sistem lama beralih ke Listrik sistem pulsa.

Namun ternyata sistem pra bayar ini bukannya mempermudah, tapi lebih mempersulit.

Berikut ini masalah dilapangan  yang diketahui terjadi di daerah Bintaro dan Rempoa, beberapa konsumen melaporkan kerusakan meteran listriknya. KWH meter tidak bisa di isi pulsa.

Setelah melaporkan kekantor PLN, akhirnya petugas resmi datang kelokasi untuk membantu mengisi pulsa karena KWH meteran listrik error.

Hal ini sangat merepotkan karena setiap pengisian pulsa harus memanggil petugas PLN, apalagi kalau pulsa habis tengah malam.

Penjelasan dari seorang ahlinya adalah sistem pulsa ini terlalu canggih dan KWH meteran terlalu sensitif. Dengan standar pengamanan yang sangat tinggi. Setiap situasi yang dianggap oleh sistem sebagai keadaan abnormal maka sistem langsung error .  Kalau meteran sudah error maka pengisian pulsa listrik tidak bisa dilakukan sendiri , melainkan harus telpon petugas resmi. Situasi ini dikenal dengan situasi  “ CLEAR TEMPER”, dengan status dilayar meteran tertulis :   “P ERIKSA”

Maksudnya adalah :

Meteran sistem lama konvensional hanya dilengkapi dengan metode pengamanan standar,  artinya apabila terjadi kosleting listrik  maka saklar MCB di meteran depan rumah akan turun dan listrik langsung mati sampai diketemukan sumber masalah, baru bisa nyala lagi.

Tapi kalau KWH baru Meteran pra bayar metode pengamanannya lebih rumit lagi.  Selain metode diatas,  Ada lagi tambahan sistem pengamanan

Apabila terjadi peristiwa yang didefenisikan oleh Meteran sebagai situasi “abnormal” maka Meteran langsung macet alias error. Listrik tetap nyala sesuai sisa pulsa yang ada, tapi pengisian pulsa akan macet, tidak bisa dilakukan sendiri sampai petugas PLN datang membantu.

Situasi “Abnormal” itu bermacam-macam penyebabnya. Bisa jadi karena pengaruh petir, atau daun pintu dekat meteran yang terbanting keras, pemasangan alat elektronik yang colokannya kurang rapat. Atau memakai kipas angin yang menggunakan kabel rambut yang terlalu kecil.. dan macam-macam situasi yang didefenisikan oleh meteran secara otomatis sebagai tidak memenuhi standar. Akibatnya di meteran keluar tulisan “PERIKSA” dan harus memanggil petugas resmi untuk memasukan code “CLEAR TEMPER”, baru pulsa listrik bisa di isi ulang.

Apabila kita complain kepada petugas PLN, maka jawaban klise mereka adalah : Ada kerusakan pada instalasi rumah anda, silahkan diperiksa sendiri.  Dan apabila yang complain itu adalah orang awam maka sudah jelas mereka akan diam saja alias “nrimo” nasib apes . Kasihan sekali…..

Bagi yang mengerti masalah maka mereka akan protes lebih keras lagi. Bukankah pada saat pemasangan listrik Pra Bayar instalasi rumah sudah diperiksa oleh AKLI  (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) rekanan PLN yang memberikan  supervisi jaminan Instalasi dan Konsuil. Tanpa adanya ini mana mungkin Listrik tersambung. Maka sudah seharusnya PLN bertanggung jawab memeriksa masalah kalau keluar pesan “Periksa” dan “Clear Tamper” pada KWH meteran pra bayar. Jangan paksa konsumen memeriksa sendiri instalasi listriknya. Selain tidak berwenang juga tidak jelas pertanggungjawabannya. Sehingga sampai saat ini apabila keluar tulisan “periksa”pada meteren listrik maka petugas resmi hanya sekedar memasukkan pasword  untuk Clear temper.  Tanpa pernah mau memeriksa penyebabnya.

Listrik pra bayar bertujuan supaya lebih praktis. Tidak ada petugas yang datang mondar mandir mencatat angka meteran , dan konsumen bisa lebih terkontrol dalam pemakaian listrik. Tapi nyatanya listrik pra bayar malah bikin repot, was-was bagaimana kalau listrik padam dan petugas resmi berhalangan datang, apalagi malam hari.

Kesimpulannya dari tulisan ini:  “KWH listrik Pra bayar adalah PROYEK GAGAL”

Dan Tidak layak untuk dilanjutkan. Bagi konsumen yang  telah terlanjur memasang KWH meteran pra bayar ini -apa boleh buat-  anda harus bisa menyesuaikan diri dengan teknologi konyol ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 5 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 10 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Tokoh ISIS Perintahkan: “Eksekusi …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Pesawat Terbesar Dunia Airbus A380 Hadir …

Muhamad Kamaluddin | 7 jam lalu

Aceh dan Mimpi yang Belum Berhenti …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Untuk Pengarang Pemula yang Mabuk Gaya …

Revo Samantha | 8 jam lalu

Forever Love …

Bapake Azka | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: