Layanan Publik

Jackson Kumaat

Jadikan Teman

  |  

Kirim Pesan

"Politisi muda yang selalu berharap adanya perbaikan hidup bangsa dan negara yang lebih baik dan benar melalui tulisan-tulisan, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang disegani dan negara yang dihormati"

Ahok Obrak-Abrik Kantor Dinas PU dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta

REP | 13 November 2012 | 16:04 Dibaca: 4493   1

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyaksikan presentasi dari pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan (Foto: youtube)

Nyaris luput dari liputan media, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tampil mengesankan lewat tayangan video www.youtube.com. Basuki yang akrab disapa Pak Ahok ini membuat jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan kalang kabut.

Dalam video berjudul 08 Nov 2012 Wagub Bpk. Basuki T. Purnama Menerima Paparan Dinas Pekerjaan Umum dan 08 Nov 2012 Wagub Bpk. Basuki T. Purnama Menerima Paparan Dinas Perhubungan, terlihat Ahok tampil kritis merespon presentasi pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Di kedua video tersebut yang diaploud pada 8 November 2012, Ahok terlihat menghadiri rapat internal dengan jajaran Dinas PU dan Dishub. Bedanya dengan rapat biasa yang kita lihat di Gedung DPR, Ahok hanya sekitar 5 hingga 10 menit mendengar presentasi dari kedua instansi itu. Selebihnya, Ahok langsung merespon setiap presentasi yang ditampilkan di layar proyektor. Kompas.com hari ini tampaknya tertarik untuk menjadikan berita yang sudah tayang 5 hari itu, dengan memberi judul Basuki Ancam Copot Pejabat yang Boros Anggaran.

Dalam tayangan rapat di Dinas PU, Ahok tidak terlalu lama mendengar presentasi, karena langsung menyela pembicaraan. Ia menanyakan apakah semua pagu anggaran yang diajukan oleh Dinas PU telah dipotong sebesar 25 persen sebagaimana telah diminta oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Bahkan, Ahok mengancam akan mencopot semua Pejabat Eselon III, jika terbukti Basuki dapat menjalankan proyek-proyek tersebut dengan biaya lebih murah. Basuki menegaskan bahwa semua anggaran itu akan ditayangkan di website pribadinya.

Berbagai komentar masyarakat yang memiliki akun youtube pun ikut berkomentar. Video di rapat Dinas PU yang paling reaktif. Baru lima hari video rapat di Dinas PU di-apploud di internet, sudah ditonton oleh 160 ribu user, dikomentari sebanyak 2 ribu serta diklik oleh 4.100 like dan 35 dislike. [Note: angka statistik ini sepertinya terus bertambah].

Sebagian besar komentator tampak memuji sikap Ahok, yang ingin membenahi kinerja aparatnya di Dinas PU dan Dinhub. Malah, setiap ada komentator yang bersuara negatif terhadap Ahok di video itu, langsung ramai-ramai dibela. Seperti yang komentar negatif oleh Abu Narya, langsung direspon oleh akun Yudi19014, begini bunyinya, ”bukan berharap kita ini lagi mensupport..kalo orang indo pesimis maaf seperti tulisan anda,,itu kapan kita mau berubah..mau tahun monyet juga gak bakalan kalo gak dimulai dari sekarang…mkanya mulai sekaramg kalo ada kerjaan gak bener,,dinas2 apa gak bener,pelayanan gak bener laporin ke jokowi basuki…biar jakarta cepet beres

Ada juga komentar terbaik yang paling banyak mendapat pujian sebanyak 24 like, tertulis, ”kaget sekaligus terharu melihat kinerja Jokowi-Ahok. Kelembutan Jokowi mengangkat rakyat, ketegasan Ahok menertibkan birokrat. Ahok menganalisa data, Jokowi memeriksa fakta. Kami akan selalu berdoa pada Tuhan agar pak Jokowi-Ahok terus mendapatkan hikmat, berkat, perlindungan, kekuatan, dan kesehatan. Semoga kerjasama anda berdua tidak pecah di tengah jalan dan dapat menyelesaikan segala program yang anda semua rencanakan. Iri sekali melihat Jakarta seperti memiliki 2 gubernur. Salam dari Jabar.”

”35 dislike = koruptor,” kata Richard Ardi Putra.

Hal yang menggelikan bagi saya adalah adanya sejumlah komentator yang berpendapat bahwa raut wajah dan bahasa tubuh para pejabat yang duduk di hadapan Ahok, tampak ‘kurang senang’. Ada yang bilang mereka panik, resah, gelisah hingga takut kehilangan jatah. Tapi itulah komentator, karena bisa jadi kondisi sebenarnya tak seperti itu. Hehehe…

Salam Kompasiana!

Jackson Kumaat on :

My Blog KompasianaWebsiteFacebookTwitterPosterousCompanyPolitics |

Tags: Array

Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Kanal ini hanya menampung kritikan, masukan dan gagasan untuk
Jakarta Lebih Baik.
Tulis opini dan beritamu
untuk Jakarta