Back to Kompasiana
Artikel

Layanan Publik

Hariyanto Imadha

A.Alumni: 1.Fakultas Ekonomi,Universitas Trisakti Jakarta 2.Akademi Bahasa Asing "Jakarta" 3.Fakultas Sastra, Universitas Indonesia,Jakarta. B.Pernah kuliah di: 1.Fakultas Hukum Extension,UI 2.Fakultas MIPA,Universitas selengkapnya

Manajemen: Cara Membagikan Zakat atau Daging Kurban yang Cerdas

OPINI | 27 October 2012 | 07:39 Dibaca: 252   Komentar: 0   0

13512981921296893245

SUDAH bertahun-tahun manajemen pembagian zakat dan daging kurban selalu bermasalah. Yaitu dengan cara mengumpulkan atau mengundang masyarakat miskin. Mereka datang berdesakan, saling sikut, saling dorong dan bahkan beberapa kali kejadian ada yang terinjak-injak dan bahkan ada beberapa yang terluka berat atau tewas. Sebuah manajemen pembagian zakat dan daging kurban yang hanya layak dilakukan umat Islam yang tidak cerdas.

Cara-cara seperti itu sama saja tidak menghargai masyarakat miskin. Bahkan terkesan mereka diundang untuk disiksa. Sayangnya cara yang tidak cerdas tersebut selalu terulang. Saatnya cara-cara tersebut diganti dengan cara-cara yang cerdas. Yaitu, paling tidak sebulan sebelumnya diadakan pendataan masyarakat miskin yang dijadikan sasaran penerima zakat atau daging kurban. Kalau perlu, rumahnya ditempeli stiker dan kepala keluarga menerima kupon. Jauh hari sebelumnya juga dibentuk panitia pengantar yang memiliki kendaraan sepeda atau motor. Panitia pengantar haruslah yang mempunyai identitas jelas dan sudah dikenal baik dan tinggal di wilayah panitia zakat atau kurban. Tiap petugas pengantar wajib mengantarkan ke 10 sampai dengan 25 masyarakat miskin dan sekaligus meminta kupon yang pernah dibagikan yang tertulis nama dan alamat penerima. Masing-masing petugas pengantar mempunyai daftar nama dan alamat masyarakat miskin sehingga mudah dicek panitia utama.

Pada saat yang tepat, zakat atau daging kurban dibagikan ke masyarakat miskin dengan sistem door to door (diantarkan langsung ke rumah). Jika sampai sore hari tidak ada komplain dari masyarakat (yang terdaftar tetapi tidak menerima zakat atau daging kurban), berarti pemabagian telah sesuai dengan target. Tetapi jika ada komplain. Tetapi jika ada komplain dari masyarakat miskin (sambil membawa kupon), maka panitia utama wajib membagikan zakat atau daging kurban yang sudah dicadangkan. Sekaligusmenegur panitia pengantar yang lalai sekaligus tahun-tahun berikutnya tidak perlu dijadikan lagi petugas pengantar. Sulit? Ribet? Kalau niatnya baik dan ada kemauan, tidak sulit dan tidak ribet. Hanya orang Islam yang malas saja yang tidak mau melakukan manajemen yang cerdas ini.

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Para Wanita Penggiat Bank Sampah Memiliki …

Ngesti Setyo Moerni | | 23 April 2014 | 05:10

Ina Craft Apakah Mampu Membantu dan …

Een Irawan Putra | | 23 April 2014 | 06:01

Pelajaran Politik Busuk Ternyata Dimulai …

Muhammad Irsani | | 23 April 2014 | 09:41

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 3 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 5 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 6 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 6 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 8 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: