Back to Kompasiana
Artikel

Fasilitas Umum

Amalludin

Saya Ketua RT sejak usia 24 tahun s.d. sekarang,membawahi +-400 jiwa,pendidikan ,bekerja,keahlian organisasi,HUMOR,menolong janda muda.. email selengkapnya

Cara e-KTP jika Sering Difotocopy

OPINI | 08 May 2013 | 09:25 Dibaca: 655   Komentar: 3   6

Telat, terlambat,PAYAH  inilah kata yang tepat bagi Mentri Dalam Negeri dalam sosialisasi e-KTP dilarang fotocopy lebih dari satu kali.

ini edaranya :

dipersingkat nomor 2 :
2. Supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan di foto copy, distapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, sebagai penggantinya dicatat “Nomor Induk Kependudukan (NIK)” dan “Nama Lengkap”

3. Apabila masih terdapat unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memfoto copy, menstapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat, khususnya pemilik e-KTP.

Demikian atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan
Tembusan Yth:

1. Bapak Presiden Republik Indonesia (sebagai laporan);
2. Bapak Wakil Presiden Republlk:Indonesia;
3. Menteri Koordinator Bidang Polhukam;
4. Menteri Koordinator Bidang perekonomian;
5. Menteri Koordinator Bidang Kesra;
6. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi;
7. Kepala Lembaga Sandi Negara;
8. Rektor Institut Teknologi Bandung.

terima kasih.

Menteri Dalam Negeri
GAMAWAN FAUZI

tuh kan TELAT ngasih tahunya, lalu warga pada bertanya-tanya;”trus kalau sudah sering bagaimana??”

sebelum dijawab;kalau pikiran negatif :“wah proyek lagi nih”

sudahlah hanya TUHAN yang tahu, baik jawabannya sebagai berikut jika sudah sering di fotocopy:

1.card reader (alat untuk membaca e-KTP) saja belum ada, kita belum tahu apakh chip yang berada di e-KTP rusak atau tidak , jika rusak maka e-ktp tidak terbaca oleh card reader nya:

tapi menurut Gildat kalau difotocopy tidak rusak.
“Kalau menurut saya, mesin fotokopi tidak menyebabkan data pada e-KTP hilang. Kalau distaples kemudian terkena pada chip di e-KTP, maka itu akan membuat data rusak,” kata Gildat seperti ditulis olehsumber berita, Solopos.com,

e-KTP Bisa Difotocopy Satu Kali Saja

gbr.chip E-KTP..

2. Dan jika rusak dan benar2 tidak terbaca, tentunya kembali ke Pengurus RT/RW  buat surat pengantar bahwa e-Ktp rusak dan ke Kelurahan kembali.(ini baru versi saya ).atau mungkin nanti ada kebijakan lainya yang akan diumumkan, karena sekali lagi MENDAGRI setengah-setengah dalam ajang e-KTP ini.

jadi kepada warga , santai ajah tetap ikuti instruksi Mendagri, jika pun rusak,pihak BANK atau apapun meinta data cukup penggantinya dicatat “Nomor Induk Kependudukan (NIK)” dan “Nama Lengkap” jika belum sempat e-ktpnya yang rusak.

Demikian laporan dari Meja RT.011

Ketua RT.011/002

Amalludin

mmmmmmmmuach

13290399451954789784

Ilustrasi (triyantobanyumasan.wordpress.com)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Terima Kasih Sunyi …

Syndi Nur Septian | | 25 July 2014 | 01:45

Rahasia Kecantikan Wanita Dayak Kalimantan …

Ayu Sintha | | 24 July 2014 | 20:00

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: