Fasilitas Umum

Irwan Thahir Manggala

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman

  |  

Kirim Pesan

Orang yang Sudah Mati Benar-benar Sudah di ALAM KUBUR . Semoga kita terhindar dari golongan orang yang SEMANGATNYA LAGI TERKUBUR.

Stasiun Gambir: Mampir untuk Mangkir

OPINI | 03 November 2012 | 07:46 Dibaca: 510   0

Menuju stasiun Gambir Jakarta dari perjalanan Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng kita bisa menumpang bis Damri dengan membayar Rp 20.000. Stasiun Gambir ,menjadi alamat jurusan yang paling laris bagi para penumpang pesawat yang menuju Jakarta. Stasiun gambir adalah pusat layanan arah jalur kereta api ke Bandung, Jawa Barat. Stasiun Gambir juga menjadi penyambung arus eksekutif bagi warga Bogor yang ingin cepat sampai ke Jakarta. Tersedia ruang belanja yang cukup menarik dan membuat siapa saja dapat bertahan lama di gedung mirip keong itu. Jajanan kelas atas hingga warung tegal pun dapat kita nikmati.

Satu hal yang membuat saya kagum karena di stasiun yang sekaligus menjadi gabungan terminal mini itu tersedianya ruang foto kopi dan tempat penitipan barang. Bagi siapa saja yang punya urusan mendesak - yang belum punya tempat tinggal/hotel (pesanan) akan dapat memanfaatkan tempat titipan itu. Seperti yang saya alami, saya ingin menuju kantor di seputar lapangan banteng. Saya hanya membawa sepucuk surat dan tas kecil. Hanya dengan berjalan kaki saya pun sudah sampai di lapangan Banteng. Tas besar yang saya titipkan di loker dihitung setiap jam per Rp 1,000

Demikian itulah kesan singkat saya yang sempat mampir sehari di stasiun yang benar-benar berada di pusat kota Jakarta. Ciri khas pendukung stasiun tertua ini tiada lain di bagian kiri-kanan, depan-belakang ada  Tugu Monas dan Istana Presiden, Istana Wakil  Presiden,  perkantoran pusat (departemen), Kedubes Amerika, kantor Gubernur DKI, dekat masjid Istiqlal Jakarta. Dari angkutan besar hingga ojek dan bajay pun hampir tersedia selama 24 jam.

Tapi disini pula orang yang hanya banyak suka mampir akhirnya juga mangkir. Mangkir dari tidak akan lama-lama (karena memang numpang lewat, para pedagang sulit membuat pengunjungnya menjadi pelanggan tetap, orang senang tapi tidak bisa berlama-lama.). Tapi siapa saja yang mangkir, tentu akan menjawab kalau sewaktu waktu mereka akan kembali mampir di Gambir.

Tags: Array

Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Kanal ini hanya menampung kritikan, masukan dan gagasan untuk
Jakarta Lebih Baik.
Tulis opini dan beritamu
untuk Jakarta